Langsung ke konten utama

REVIEW Choco Bank


Drama ini sebenarnya tayang sekitar 2016-an dengan durasi sekitar 10 menitan aja per episodenya. Itupun episodenya hanya 6. Meski terkesan hanya pendek, tapi jalan ceritanya padat, dan kita akan menemukan banyak selipan pesan moral di dalamnya.
Adalah Kai EXO yang memerankan tokoh Kim Eun Hang. Di Korea, Eun Hang itu artinya Bank. Ibunya memberikan nama itu dengan harapan anaknya kelak memiliki banyak uang. Ibunya pun terobsesi agar anaknya bisa bekerja di bank.

 Karena putus asa menganggur selama lima tahun, akhirnya Kim Eun Hang terpaksa berbohong pada ibunya jika bekerja di sebuah bank ternama. Parahnya, sang ibu nggak hanya bangga pada anaknya ini, tapi juga seringkali memamerkan pekerjaan anaknya itu pada teman-temannya. Dan parahnya lagi, sang ibu berencana mentraktir teman-teman sekumpulannya di sebuat steak ternama yang pastinya menunya mahal-mahal. Duhh...buibu di Korea ternyata sebelas dua belas lah ya kayak emak-emak di Indonesia yang suka rumpi di tukang sayur keliling. Entah kenapa, di kehidupan nyata, sering menemukan emak-emak yang terlalu membanggakan anak-anaknya, sementara anaknya tak sehebat yang diceritakan. Sering banget loh nemu kayak gini, hahaha... x)) #TahanTahanAja

Tanpa sadar, banyak para orangtua selain terlalu membanggakan anaknya, juga kerap menjadikan anaknya sebagai boneka impian. Segala hal yang dilakukan anak, sebenarnya adalah kemauan orangtua. Begitu juga dengan ibu Kim Eun Hang ini. Sang anak sampai nggak punya kesempatan untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya diinginkannya.

Kim Eun Hang dihadapkan dua pilihan: bekerja di bank sesuai keinginan ibunya. Atau tetap bekerja di kafe cokelat milik Ho Choco.

Secara nggak langsung, pesona Kai EXO memang menjadi magnet tersendiri di drama ini. Lha gimana, jadi pengangguran aja keren gini, wkwkwk... x))

Pasti para remaja banyak yang berandai-andai mau jadi kayak Ho Choco ini, dikekep Kai EXO, wkwkwk... x))

Meski ini episodenya cuma sedikit, dan durasinya per episodenya hanya singkat, tapi bapernya dapet banget.

Drama ini sebenarnya nggak cuma perkara baper-baperan aja, tapi menyelipkan tentang pengelolan keuangan. Mulai dari mana penggunaan e-banking, belanja online, sampai mengatur keuangan pribadi lewat Kim Eun Hang yang sebenarnya pintar ini.

Nah, kalo lewat tokoh Ho Choco (yang namanya mengandung arti coklat ini) memang sangat menyukai coklat. Sejak kecil, dia bercita-cita ingin memiliki kafe yang serba coklat.

Ho Choco yang diperankan oleh Park Eunbin ini representasi seseorang yang menginginkan kehidupan yang sesuai dengan passionya.

Dalam hidup, kita nggak bisa jalan sekedar menuruti passion semata. Drama ini menyelipkan betapa pentingnya merancang usaha yang akan kita buat. Bagaimana rincian biaya yang harus dikeluarkan, berapa pemasukan yang harus kita dapatkan, berapa menggaji pegawai, dan sebagainya. Bagus banget buat remaja yang ingin berbisnis, menyerap ilmu yang disampaikan di drama ini.

Drama ini juga menyelipkan juga betapa pentingnya belajar di saat muda. Ini salah satunya, saat Ho Choco yang awalnya berniat kesal pada Kim Eun Hang malah ditertawakan karena salah menulis kata-kata dalam Bahasa Inggris saat membuat cake yang sebenarnya sesuai dengan kemarahannya hari itu. Ho Choco ini memang cantik, tapi karena waktunya selama ini hanya habis untuk memikirkan coklat, coklat dan coklat, dia sampai melupakan hal-hal lainnya jadi terkesan agak lemot x)) Maka dia merasa beruntung dan terkesima banget ama Kim Eun Hang yang gak hanya tjakep, tapi juga pinter x))

Rekomendasi buat yang mau nonton yang ringan-ringan ;)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo

  Sebenarnya gak antusias waktu tahu serial ini tayang. Pertama, setting cerita yang ala-ala kerajaan gitu biasanya bertele-tele. Kedua, pemain perempuannya banyak yang bilang nggak suka. Tapi semakin ke sini, makin banyak yang bilang suka drama ini dari segi cerita. 

REVIEW Extracurricular

  Awalnya gak niat nonton ama drama ini, ternyata banyak yang bilang bagus. Bukan sekedar kisah remaja dengan cerita menye-menye semata. Terlihat dari posternya yang terkesan dark, drama ini mengisahkan sisi kelam para remaja: prostitusi online.

REVIEW Welcome to Waikiki 2

Setelah nonton drama Welcome to Waikiki 1 yang super parah sengkleknya, rasanya kurang afdol jika nggak nonton seri yang kedua x))