Langsung ke konten utama

REVIEW Extracurricular

 

Awalnya gak niat nonton ama drama ini, ternyata banyak yang bilang bagus. Bukan sekedar kisah remaja dengan cerita menye-menye semata. Terlihat dari posternya yang terkesan dark, drama ini mengisahkan sisi kelam para remaja: prostitusi online.

Wow, lumayan berani ya Korea membahas ini. Kalo di Indonesia mah udah abis bahas isu sensitif kayak gini, meski di realita kehidupan ada terpampang nyata. 

Dan setelah aku tonton drama ini, memang bukan fokus ke kehidupan prostitusinya yang menampilkan aurat segala macam. Bukan, malah minim adegan tersebut. Lebih menitikberatkan pada remaja-remaja di drama ini kenapa terlibat dalam prostitusi online; mulai dari mucikari sampai pengguna.

Tokoh utama adalah Oh Ji Soo yang diperankan oleh Kim Dong Hee. Ji Soo bukanlah anak yang menonjol di sekolahnya, malah masuk tipe anak yang kayak gak ada di lingkungan sekolah alias tidak memiliki teman. Pintar adalah satu-satunya prestasi yang diingat teman-temannya di kelasnya dan disukai para guru. 

Saking cupunya ni anak, wali kelasnya sampai gemas dan mengajaknya untuk masuk ke ekstrakurikuler yang dibimbingnya yang bermarkas di ruang Bimbingan Konseling. 

Tapi sayangnya eskul ini hanya memiliki satu anggota saja; Bae Gyu Ri, si anak pintar juga tapi gaul dan punya banyak teman. 

Dibalik diamnya dia di sekolah, ternyata dia memiliki pekerjaan sebagai ''Paman" yang menghubungkan antara pengguna dan penyedia jasa prostitusi online. Selama ini teman-teman maupun guru-gurunya di sekolah, tidak ada yang mengetahui ini. Semua dilakukannya dengan rapi. 

Dia melakukan ini demi bisa menghidupi dirinya yang sebatang kara, dan demi mewujudkan mimpinya untuk bisa bertahan hidup sampai kuliah kelak. Sebenarnya dia masih memiliki orangtua, sayangnya orangtuanya jenis toxic, jadi dia memutuskan untuk hidup sendiri.

Kedua, ada Bae Gyu Ri yang diperankan oleh Park Joo Hyun. Representasi siswa dengan previllage yang tinggi: pintar, segala yang dimiliki bisa dengan mudah ia dapatkan, memiliki orangtua yang kaya di bidang masing-masing. 

Seperti orangtua di Korea pada umumnya, berambisius agar anaknya sukses dan kelak mampu menggantikan mereka di kemudian hari. 

Bae Gyu Ri merasa hidupnya tidak ada tantangan, begitu tahu apa yang dilakukan Oh Ji Soo langsung kepo dan ingin menjadi partner Ji Soo yang justru terang-terangan menolak kerjasamanya. 

Bae Gyu Ri tipe anak yang ambisius banget. Pokoknya apa yang ia mau, harus didapatkan, meski dengan cara apa pun. Karakter ini mungkin terbentuk karena sedari kecil tanpa disadari sudah dididik seperti itu oleh orangtuanya. 

Dan tanpa disadari juga, dia kerap menyakiti dirinya sendiri, dengan membuat luka di tangannya sebagai pelampiasannya jika sang ibu menekannya.

Ketiga, ada Seo Min Hee yang diperankan oleh Jung Da Bin. Dia sebagai salah satu member jasa prostitusi online yang dimiliki 'Paman', meski selama ini dia tidak mengetahui jika si 'Paman' adalah teman sekelasnya sendiri. 

Menjadi penjaja seks komersil sebenarnya bukan karena keluarganya kekurangan uang, tapi karena bosan dengan kehidupan keluarganya dan kerap memberikan barang-barang mahal buat sang pacar. 

Istilahnya ini anak tuh bucin banget ama pacarnya, tapi ya cenderung bego sih. Dan jangan kaget, banyak remaja bucin bin bego seperti Seo Min Hee ini loh x))

Dan keempat adalah Kwak Ki Tae yang diperankan oleh Nam Yoon Soo. Representasi remaja sok tjakep, preman di sekolahnya yang artinya punya banyak anak buah, kerap membully yang lemah dan suka memanfaatkan sang pacar untuk menuruti kemauannya. Pernah dia ngambek pas ulang tahun, ama pacaranya cuma dikasih topi couple x))


Parah si ini, pas tau pacarnya adalah penjaja komersial, dia gak kaget karena baginya sang pacar bisa membelikannya barang-barang yang diinginkannya.

Ya, drama ini tidak hanya membahas tentang prostitusi online semata, tapi juga membahas kasus bullying yang tanpa disadari kerap terjadi di sekolah.

Selama ini Ji Soo selalu diam jika di bully, tapi akan ada saatnya dia akan berontak dengan penekanan yang kerap menimpa dirinya.

Merasa punya banyak pengikut, Kwak Ki Tae tak hanya senang membully temannya di sekolah, tapi juga berani melakukan tindakan anarki di luar sekolah seperti ini

Suka dengan wali kelas mereka, tipikal guru yang tidak mengintimidasi anak muridnya. Dan selalu siap sedia untuk mereka. Tipikal bapakable banget.


Hal yang cukup menggelitik dari drama ini adalah betapa hidup harus melewati perkembangan jaman. Terlihat paman-paman preman ini takjub bagaimana cara Ji Soo mendapatkan klien hanya dengan bermodalkan handphone dan internet x))



Di setiap akhir episode, selalu ada peringatan tentang jika seorang remaja mengalami masalah, beritahu mereka bahwa mereka tidak sendirian.



Ini endingnya menggantung, apakah akan ada sekuelnya?


Hanya sepuluh episode. Untuk yang pengen nonton drakor dengan tema anti mainstream, Extracurricular ini pilihannya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo

  Sebenarnya gak antusias waktu tahu serial ini tayang. Pertama, setting cerita yang ala-ala kerajaan gitu biasanya bertele-tele. Kedua, pemain perempuannya banyak yang bilang nggak suka. Tapi semakin ke sini, makin banyak yang bilang suka drama ini dari segi cerita. 

REVIEW Welcome to Waikiki 2

Setelah nonton drama Welcome to Waikiki 1 yang super parah sengkleknya, rasanya kurang afdol jika nggak nonton seri yang kedua x))