Langsung ke konten utama

Museum Bayt Alquran Al Akbar, Palembang


Tempo hari pas ke Palembang buat bimtek, paginya masih ada waktu jalan-jalan. Sebagai rakyat jelata, daripada belanja, lebih baik ke tempat wisata yang belum pernah dikunjungi ajalah x))
Trus, tiba-tiba keingat Museum Bayt Alquran Al Akbar ini. Lokasinya lumayan jauh dari tempat hotel, tapi berhubung bertiga jadilah kami naik ojek online mobil aja. Apalagi cuacanya kala itu lumayan panas menyengat, aku aja kemana-mana pakai masker x))

Lokasi lengkapnya adalah Jalan Moh. Amin, Kecamatan Gandus, Kota Palembang. Lumayan agak jauh dari keramaian, bahkan abang ojek onlinenya pun katanya belum pernah ke sini x))

Ternyata lokasinya bersebelahan dengan Pondok Pesantren Al Ihsaniyah Gandus. Kami ke sana masih pagi, keluar hotel jam sembilanan, sampe sana sekitar empat puluh lima menit kemudian. Di parkiran masih sepi, apalagi saat itu memang weekdays ya. Nah, pas di parkiran, nanti ada petugas yang ngasih kartu semacam infaq, sudah ada nominalnya disitu. Aku pikir ini sebagai tiket masuk ke museumnya. Ternyata, pas mau masuk, alas kaki kita harus dititipkan ke tempat dekat situ (dan ada kotak infaq yang disediakan). Terus, pas ke arah masuk museum, ada semacam loket pembayaran tiket masuk. Dewasa seharga dua puluh ribu, sedangkan anak-anak lima belas ribu. Setelah membayar uang tiket, barulah kita boleh masuk ke atas. 

Pas naik ke atas, nanti ada mbak-mbak yang akan mengecek kartu kita dan menyuruh kita menuliskan nama semacam buku tamu gitu. Setelahnya, kita akan memasuki ruangan yang luas tapi kosong. Beberapa sudut tembok, dibuat semacam walpaper buat foto ala-ala seperti ini.


Entah kenapa, ada beginian juga. Kumalah jadi horor, hahaha... x))

Karena luasnya tempat, kami jadi celingak-celinguk untuk jalan ke tempat selanjutnya. Setelah agak nyasar malah jalan buntu, akhirnya ketemu juga lokasi Alqurannya dari atas seperti ini:

Masyaallah.... keren banget, ayat-ayat Alquran terpampang nyata:

Sepertinya bagusan foto dari bawah, akhirnya kami cari jalan ke arah bawah, sempat mentok ke jalan buntu lagi, hahaha... Saranku, kayaknya perlu ada tour guidenya ya agar pengunjung nggak tersesat. Apalagi banyak ruang kosong, padahal utamanya hanya ke bagian Alquran raksasa ini. Semoga kedepannya penataannya lebih baik.
 

Pelan-pelan ya pas naik tangga, kita cuma bisa naik ke satu lantai. Akses ke lantai selanjutnya tidak dibuka. Mungkin sedang ada perbaikan. Berhubung hanya bertiga, jadi gantianlah foto-foto di sekitaran ayat-ayat Alquran ini. Entah kenapa, aku rada creepy pas naik, apalagi sendirian, soalnya gantian jadi temannya gantian motoin kita di bawah x))


Jendelanya bisa digeser buka tutup, tapi hati-hati ya, kudu pelan-pelan, soalnya ini lumayan berat:


 

 


Museum ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di tahun 2012, yang sebelumnya di tahun dipajang di Museum Agung Palembang selama kurang lebih tiga tahun. 

Proses pengerjaan Alquran ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar, sekitar tujuh tahunan.

30 juz ayat yang diukir ini, dipahat di kayu Trembesi yang merupakan kayu khas Palembang.

Ada semacam celengan raksasa di salah satu sudutnya:

Juga ada bioskop khusus di museum ini. Sayangnya pas ke sana tutup, jadi nggak tahu isi ruangannya.

Di luar, selain adanya warung-warung kecil yang menjajakan makanan, juga oleh-oleh khas Palembang, di sudut depan luar museum ada semacam tempat panahan seperti ini.

Nah, kalau ke Palembang, jangan lupa selain ke Jembatan Ampera, juga kudu ke museum yang udah masuk MURI sebagai museum Alquran terbesar di dunia ini ya ;)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo

  Sebenarnya gak antusias waktu tahu serial ini tayang. Pertama, setting cerita yang ala-ala kerajaan gitu biasanya bertele-tele. Kedua, pemain perempuannya banyak yang bilang nggak suka. Tapi semakin ke sini, makin banyak yang bilang suka drama ini dari segi cerita. 

REVIEW Extracurricular

  Awalnya gak niat nonton ama drama ini, ternyata banyak yang bilang bagus. Bukan sekedar kisah remaja dengan cerita menye-menye semata. Terlihat dari posternya yang terkesan dark, drama ini mengisahkan sisi kelam para remaja: prostitusi online.

REVIEW Welcome to Waikiki 2

Setelah nonton drama Welcome to Waikiki 1 yang super parah sengkleknya, rasanya kurang afdol jika nggak nonton seri yang kedua x))