Langsung ke konten utama

FILM 200 Pounds Beauty


Film 200 Pound Beauty ini sebenarnya udah pernah ditonton zaman kuliah, sekitar tahun 2008. Tapi semalam nonton ulang. Adalah Kang Han-Na yang memiliki kelebihan berat badan, hal ini tentu membuatnya sangat minder. Karena kelemahannya ini, semua menganggapnya remeh. Padahal dia memiliki suara bagus, karena itu dia bekerja sebagai penyanyi dibalik panggung, menggantikan suara Ammy si penyanyi papan atas yang sesungguhnya memiliki suara abal-abal.
Selain karena kebutuhan hidup, Kang Han-Na tetap bertahan menjadi penyanyi di belakang panggung adalah karena semangat yang diberikan Sang-Jun, direktur/ produser musik yang amat dicintainya diam-diam.

Mungkin selama ini dia masih menutup mata tiap Ammy menghina dan memandang rendah dirinya, tetapi yang paling menyakitkan adalah ketika Sang-Jun pun ternyata ini juga meremehkan dan hanya memanfaatkannya. Puncaknya adalah ketika ulang tahun Sang-Jun, Kang Han-Na yang udah kelewat GR malah terempas di lembah krisis kepercayaan diri. #PukPukKangHanNa


Segala cara sudah ia lakukan termasuk menelan puluhan pil pelangsing secara bersamaan, yang ada dia malah harus dilarikan ke rumah sakit. Di rumah sakit pun dia merasa kurang percaya diri, dokter dan perawat bahkan tak mampun menggotongnya dari ranjang sementara ke ranjang rumah sakit. #PukPukLagi


Maka jalan pintas pun dilaluinya. Selain sebagai penyanyi dibalik layar, sebenarnya Kang Han-Na juga berprofesi sebagai pekerja (uhuk) telepon seks. Salah satu pelanggannya adalah seorang dokter bedah plastik yang terkenal. Dan ini menjadi salah satu senjatanya, dia mengancam dokter tersebut akan membuka aibnya selama ini jika nggak memenuhi permintaannya untuk melakukan operasi plastik total pada dirinya x))

Setelah melalui proses rangkaian panjang, berteman dengan pisau dan alat bedah lainnya, Kang Han-Na bertransformasi menjadi Jenny yang langsing seperti yang diinginkan. Nyaris sempurna, seperti malaikat.

Tanpa disadari, ketika dia menjadi cantik, semua orang menganggapnya. Bukan hanya menganggapnya dia ada, tapi malah banyak yang terpesona meski kesalahan apa pun yang diperbuatnya akan selalu dimaafkan karena kecantikannya. Termasuk adegan ketika dia tanpa sengaja menabrak taxi di lampu merah, pak sopir yang awalnya marah-marah langsung lumer ketika melihat paras wajahnya. Begitu juga dengan polisi yang awalnya mau menilangnya x)) 




Kang Han-Na mencari Sang-Jun. Dia mendaftarkan diri untuk ikut audisi yang dilakukan Sang Jun. Ketika sudah menjadi cantik, apakah semua akan tercapai seperti yang diinginkannya?

Apalah arti cantik tapi nggak bisa dipegang...gyahahaha... x))



Kalau kita membahas operasi plastik, pasti identik dengan Korea Selatan. Bahkan warga di sana memiliki prinsip lebih baik miskin daripada memiliki wajah jelek. Byuh..sebegitu mirisnya hidup x))

Tapi itu bukan mitos semata, faktanya memang begitu. Cek saja seputaran artikel OPERASI PLASTIK di KOREA ini, ada ulasannnya lengkap.

Bahkan Kim Ah-Joong pemeran Jenny a.k.a Kang Han-Na dalam film ini yang cantiknya natural banget ini juga ternyata beda jauh ama wajahnya ketika belum menjadi artis x))

 Film ini bagus; komedi romantis gitu. Tapi sebenarnya nggak suka ama tokoh Sang-Jun. Kalau dipikir-pikir, dia nggak tulus. Dia hanya memanfaatkan Kang Han-Na ketika masih jelek dan gemuk, dan jatuh cinta ketika Kang Han-Na bertransformasi menjadi gadis cantik nyaris sempurna dengan identitas baru; Jenny.

Agak gak suka endingnya, (uhuk spoiler) dikisahkan sahabat Kang Han-Na akhirnya juga tertarik untuk ikutan operasi plastik seperti yang dilakukannya. Mungkin di Korea Selatan memang udah biasa banget ya yang namanya operasi plastik x))



Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo

Sebenarnya gak antusias waktu tahu serial ini tayang. Pertama, setting cerita yang ala-ala kerajaan gitu biasanya bertele-tele. Kedua, pemain perempuannya banyak yang bilang nggak suka. Tapi semakin ke sini, makin banyak yang bilang suka drama ini dari segi cerita.

FILM Library Wars

1. The Library is free to collect materials. 2. The library is free to circulate materials 3. The Library guarantess the privacy of its patrons 4. The library can oppose improrer cencorship

REVIEW The Saem: Iceland Hydrating Soothing Gel

Sebenarnya aku udah cocok ama The Faceshop Jeju Aloe 99% yang udah aku pake selama dua bulan kemarin, tapi pas liat The Saem: Iceland Hydrating Soothing Gel kok tertarik, apalagi warna dan bentuk botolnya yang biru unyu. Meski harganya mahal dikit dibandingkan aloe vera, akhirnya nyobain gel jenis ini x)) #LemahKaloLiatSegalaSesuatuYangBiru