Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

#HARBOLNAS Tas Unyu @hers_bag

Sudah bertahun-tahun, aku kuat iman untuk nggak beli tas. Kenapa? Sebab tas jaman kuliah masih bagus-bagus semua. Dan aku ini tipikal manusia yang nggak mengikuti perkembangan, kalo nggak suka ya aku nggak bakalan latah ikutan tren tersebut. Tapi jika aku sesuatu, pasti akan kupilih meski katanya seleraku 'aneh' bagi kebanyakan orang :D

#HARBOLNAS Baju Unyu @ladyfameshop

Kalau ditanya baju olshop apa yang paling sering aku beli koleksinya, jelas @ladyfameshop jawabannya! :D

#HARBOLNAS Kain-kain Unyu

Seringkali dapet pertanyaan, bajunya lucu-lucu motifnya, beli dimana? Untuk baju dress atau baju panjang, aku lebih suka baju dari hasil jahit. Kebetulan tante sendiri adalah penjahit. Jadi, kalo aku beli kain, langsung aja kasih ke tante. Terserah mau dijahit gimana modelnya, tau-tau bajunya udah jadi dan tante memang tau banget seleraku; unyu nan polos. Jadi, jangan harap aku pake baju bling-bling ala emak-emak mau nge-rapp.. X))

#ParaPejuangLiterasi Sugeng Hariyono

Ini #ParaPejuangLiterasi yang ketiga. Namanya Mas Sugeng Hariyono. Aku mengenalnya lewat dunia maya. Kemudian kesampaian ketemu di acara sebuah seminar tentang perpustakaan di SMA Negeri 2 Bandar Lampung, kebetulan kami sama-sama jadi pembicara di seminar tersebut. Selang dua hari kemudian ketemu lagi di acara Hari Kunjung Perpustakaan BPAD Provinsi tahun 2015. Kami sama-sama ambil piala, aku ambil piala Juara 1 Lomba Pustakawan Berprestasi Terbaik tk. Provinsi Lampung tahun 2015, sedangkan Mas Sugeng ini mendapatkan piala Juara 2 Lomba Perpustakaan Umum/ Desa tk. Provinsi tahun 2015. Melihat kegiatannya bersama Motor Pustaka, aku jadi malu sebagai mahluk berlabel pustakawan belum ada apa-apa perjuangannya di bidang literasi dibandingkan apa yang sudah dilakukan selama ini oleh Mas Sugeng ini; luar biasa banget! :))

#ParaPejuangLiterasi Ubaidilah Muchtar

Aku mengenal Kang Ubaidilah Muchtar ini lewat Mbak Truly Rudiono yang waktu itu sebagai humas Blogger Buku Indonesia sedang mengadakan program semacam charity yang nantinya buku-buku itu akan disumbangkan, dan waktu itu pilihannya adalah Taman Bacaan Multatuli yang dikelola langsung Kang Muchtar ini. Beberapa bulan yang lalu, aku pernah nonton liputannya langsung di Metro TV. Wow, betapa kerennya Kang Ubaidillah ini membangun minat baca dengan cara yang tidak biasa ini.Ya, taman bacaan Kang Ubaidilah ini spesialis buku-bukunya Multatuli. Keren ya.

#ParaPejuangLiterasi Jaladara

Selama November ini, setiap minggu akan ada postingan wawancara dengan para pejuang literasi. Kenapa aku menyebutnya para pejuang literasi? Meski hanya berkenalan di dunia maya, aku bisa melihat wujud nyata yang mereka lakukan untuk dunia literasi dengan niat tulus dan ikhlas.

Go for it: Mari Melejit Karena Dunia Tidak Sempit!

Sejauh-jauhnya merantau, kampung akan menunggu kita, karena kalau bukan kita siapa lagi?!? #tsah Kedengarannya sok idealis ya? Tapi memang begitulah apa adanya. Setahun masa akhir kuliah, magang di perpustakaan kampus & museum. Pertengahan tahun 2009 setelah lulus kuliah, langsung pulang kampung. Aku tidak mencari pekerjaan dulu, mau menyegarkan otak dulu. Tujuh belas tahun; dari TK sampi jenjang kuliah, hidup kita sebagian besar dihabiskan untuk belajar, belajar dan belajar. Hidup perlu di refresh kan?!? :D

#30HariKotakuBercerita Metro, Lampung Rasa Jawa

Ketika kita berkunjung ke Pulau Jawa dan tahu bahwa kita berdomisili di Lampung, pertanyaan yang paling sering ditujukan kepada kita adalah ‘Sebelah mananya Metro?’. Begitu juga ketika kuliah di Jawa, khususnya di Yogyakarta, jika melihat plat motor BE (plat kode Lampung), biasanya akan disapa seperti ini; ‘Anak Metro ya?”

#30HariKotakuBercerita Taman Merdeka yang Berjaya

Kalau singgah ke Metro, pasti tidak akan melewatkan Taman Merdeka. Sebenarnya taman ini bukan merupakan satu-satunya taman yang ada di Metro, tapi taman ini memiliki arti tersendiri tidak hanya bagi warga Metro, tapi juga luar Metro. Letaknya tepat di pusat kota, sangat strategis sekali sebagai tempat utama yang dituju. Taman Merdeka ini ibarat alun-alunnya Kota Metro. Baik siang maupun malam, tidak pernah sepi pengunjung. Menjelang sore, banyak kita temukan odong-odong yang berseliweran. Bahkan, ada rute khusus odong-odong yang disediakan pemerintah di sekitaran Taman Merdeka ini.

#30HariKotakuBercerita Kendurian yang Dirindukan

Waktu event #30HariKotakuBercerita, pas tema tradisi keluarga, saya bingung mau menuliskan tentang apa. Kalau Lampung secara khusus malah banyak yang bisa dibahas. Misalnya sebambangan istilah kawin lari. Tapi, Metro dengan penduduk 70% justru bersuku Jawa malah tidak ada tradisi ini.

#30HariKotakuBercerita Angkot Makin Alot

Angkot merupakan salah satu kendaraan umum yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Metro. Berhubung di Metro tidak ada kereta api dan bus hanya digunakan antar kota, angkot menjadi satu-satunya kendaraan umum yang paling akrab dengan kehidupan masyarakat di sini. Angkot pernah berjaya pada masanya. Sewaktu saya masih duduk di bangku sekolah, semua siswa umumnya menggunakan angkot untuk menuju sekolah.

#30HariKotakuBercerita Dam Raman yang Menawan

Wilayah Kota Metro terletak pada bagian tengah Propinsi Lampung, yang secara geografis berada pada 506” – 508” Lintang Selatan dan 105017” – 105019” Bujur Timur. Luas Kota Metro secara administratif sebesar 68,74 Km2 atau 6.874 Ha, dengan batas wilayah sebagai berikut : a.Sebelah Utara, berbatasan dengan Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah dan Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur. b.Sebelah Selatan, berbatasan dengan Kecamatan Metro Kibang Kabupaten Lampung Timur. c.Sebelah Timur,berbatasan dengan Kecamatan Pekalongan dan Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur d.Sebelah Barat, berbatasan dengan Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah.

#30HariKotakuBercerita Guru, Digugu dan Ditiru

Kota Metro dengan luas wilayah 68,74 km2 atau 6.874 ha, dan penduduk berjumlah 151.284 jiwa yang tersebar di 5 kecamatan dan 22 kelurahan, memiliki 189 sekolah/madrasah negeri dan swasta, yang terdiri dari TK/RA 54, PLB 2, SD 55, MI 9, SMP 23, SMP Terbuka 2, MTs 6, SMA 17, MA 6, SMK 15, serta  13 Perguruan Tinggi. Metro memiliki 4.248 guru dan 47.242 Siswa. Kondisi ini cukup menunjang untuk menjadikan Metro sebagai Kota pendidikan.

#30HariKotakuBercerita Bejo’s Milk yang Makin Dilirik

Berhubung Metro tidak punya makanan khas, akhirnya saya memilih membahas kafe untuk tema kuliner dalam rangka #30HariKotakuBercerita. Meski ini langsung ke bahasan sebuah kafe, ini bukan postingan berbayar kok. Ini murni hasil pemikiran sendiri. Tulisan ini diangkat berawal dari fenomena menjamurnya kafe-kafe yang bermunculan di Metro.

#30HariKotakuBercerita Pasar Nuban yang Terabaikan

Pasar adalah salah satu bahasan yang paling menarik untuk dikupas ketika menceritakan Metro. Awalnya, Metro hanya terdiri dari empat titik utama; Pasar Kopindo (didominasi penjual sayur & makanan), Pasar Cenderawasih & Pasar Shopping (Ini yang tertua), serta Pasar Nuban.

#30HariKotakuBercerita Perpustakaan Tempat Peristirahatan

Sama halnya dengan Masjid Taqwa, Kantor Perpustakaaan, Arsip dan Dokumentasi Daerah Kota Metro ini sebenarnya sangat strategis. Berada di pusat kota. Ditambah lagi, dekat lokasi beberapa SD di Metro yang berderet di sekitar Lapangan Samber. Harusnya ini menambah nilai poin lebih untuk perpustakaan agar menarik minat masyarakat Metro.

#30HariKotakuBercerita Masjid Taqwa yang Istimewa

Kalau berkunjung ke Metro, salah satu tempat yang harus dikunjungi adalah Masjid Taqwa. Letaknya sangat strategis, di tengah pusat kota. Tepat di depan Pemda Metro dan bersebelahan dengan Taman Kota (yang akan dibahas di postingan selanjutnya).