Langsung ke konten utama

TAPIS di #OpeningCeremony Olimpiade Rio 2016


Sementara netizen Indonesia sibuk nyinyir kostum perwakilan Indonesia di #OpeningCeremony Olimpiade Rio 2016, dunia malah memuji kostum Indonesia dan masuk kostum favorit sepuluh besar di event ini. Suka gagal paham ama yang suka nyinyir, mungkin hidupnya kurang piknik... :)) #NgajakPiknik #GelarTikarBawaRoti

Untuk liputan berita dari website luar negeri yang memuji kostum Indonesia, bisa BACA DI LINK INI

Sementara itu, daripada sibuk bahas hal-hal nyinyir, aku lebih tertarik bahas TAPIS.

Yup, awal tahun ini, SARIAYU merilis tren warna make up 2016 yang terinspirasi dengan PESONA KRAKATAU dan KAIN TAPIS yang liputannya ada di LINK INI:

https://trendwarna.sariayu.com/inspirasi/detail/event-report-review-sariayu-trend-warna-krakatau-2016  

Siapa sangka, kostum untuk perwakilan Indonesia di #OpeningCeremony Olimpiade Rio 2016 juga mengenakan TAPIS. Dan kostum ini dipuji oleh dunia, diantaranya:




Menurut WIKIPEDIA:
Kain tapis adalah pakaian wanita suku Lampung yang berbentuk kain sarung terbuat dari tenun benang kapas dengan motif atau hiasan bahan sugi, bahan perak, atau benang emas dengan sistem sulam (Lampung; "Cucuk").

Dengan demikian yang dimaksud dengan Tapis Lampung adalah hasil tenun bahan kapas dengan motif, benang perak atau benang emas dan menjadi pakaian khas suku Lampung. Jenis tenun ini biasanya digunakan pada bagian pinggang ke bawah berbentuk sarung yang terbuat dari benang kapas dengan motif seperti motif alam, flora, dan fauna yang disulam dengan benang emas dan benang perak

Tapis Lampung termasuk kerajian tradisional karena peralatan yang digunakan dalam membuat kain dasar dan motif-motif hiasnya masih sederhana dan dikerjakan oleh pengerajin. Kerajinan ini dibuat oleh wanita, baik ibu rumah tangga maupun gadis-gadis (muli-muli) yang pada mulanya untuk mengisi waktu senggang dengan tujuan untuk memenuhi tuntutan adat istiadat yang dianggap sakral. Kain Tapis saat ini diproduksi oleh pengrajin dengan ragam hias yang bermacam-macam sebagai barang komoditi yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Kain tapis merupakan salah satu jenis kerajinan tradisional masyarakat Lampung dalam menyelaraskan kehidupannya baik terhadap lingkungannya maupun Sang Pencipta Alam Semesta. Karena itu munculnya kain Tapis ini ditempuh melalui tahap-tahap waktu yang mengarah kepada kesempurnaan teknik tenunnya, maupun cara-cara memberikan ragam hias yang sesuai dengan perkembangan kebudayaan masyarakat.

Menurut Van der Hoop disebutkan bahwa orang Lampung telah menenun kain brokat yang disebut nampan (tampan) dan kain pelepai sejak abad ke-2 Sebelum Masehi. Motif kain ini ialah kait dan kunci (key and rhomboid shape), pohon hayat, dan bangunan yang berisikan roh manusia yang telah meninggal. Juga terdapat motif binatang, matahari, bulan serta bunga melati. Dikenal juga tenun kain tapis yang bertingkat, disulam dengan benang sutera putih yang disebut Kain Tapis Inuh.

Hiasan-hiasan yang terdapat pada kain tenun Lampung juga memiliki unsur-unsur yang sama dengan ragam hias di daerah lain. Hal ini terlihat dari unsur-unsur pengaruh taradisi Neolitikum yang memang banyak ditemukan di Indonesia.

Masuknya agama Islam di Lampung, ternyata juga memperkaya perkembangan kerajinan tapis. Walaupun unsur baru tersebut telah berpengaruh, unsur lama tetap dipertahankan.

Adanya komunikasi dan lalu lintas antar kepualauan Indonesia sangat memungkinkan penduduknya mengembangkan suatu jaringan maritim. Dunia kemaritiman atau disebut dengan zaman bahari sudah mulai berkembang sejak zaman kerajaan Hindu Indonesia dan mencapai kejayaan pada masa pertumbuhan dan perkembangan kerajaan-kerajaan Islam antara tahun 1500-1700.

https://www.facebook.com/rahayuningtyas.mahendra

Seiring berkembangnya zaman, tapis makin berkembang. Dipadupadankan dengan sesuatu yang modern, salah satunya dibuat tas tapis.

Lampung semenjak masa pemerintahan gubernur terpilih 2014-2019, Bapak Muhammad Ridho Ficardo, tapis makin dikenal dunia. Hal itu didukung dengan ibu gubernur, Yustin Ficardo yang seringkali mengenakan kain tapis dalam kegiatan pemerintahan. Membuat tapis kian menarik dan makin dikenal. Bisa cek di INSTAGRAM beliau:



Dulu, di sekolah ada guru relawan dari Korea yang mengajar selama dua tahun, bernama Da Yeon Goh. Dia seumuran ama aku, dan tertarik banget dengan budaya Lampung. Salah satunya adalah Taris Sembah Lampung yang mengenakan tapis dan siger seperti ini:




Di sekolah, murid-murid unyu di tiap ujian praktek pas kelas XII, salah satunya adalah praktek menari untuk mata pelajaran seni budaya. Biasanya ada tiga pilihan yang diberikan; menari, menyanyi atau drama musikal. Biasanya mereka paling banyak memilih menari khas Lampung dengan atribut mengenakan tapis seperti ini. Sumber foto dari FB Ibu Karminah:





Kalau kita mengintip FB Kebudayaan dan Pariwisata Lampung. Dari sekian banyak foto yang diupload, aku paling suka ama album yang berjudul Lomba Foto Lampung Culture dan Lampung Tapis Carnival yang sudah pasti kostum-kostum yang disajikan semuanya bertema tapis. Keren-keren banget gini:










Satu lagi, ada teman SMA yang juga sosialita Metro bernama Lidanna Dian Kurnia. Selain memang cinta tapis dan suaminya juga merupakan pejabat, seringkali mengenakan hal-hal yang beraroma tapis. Beberapa diantaranya:



 

Nah, udah lumayan banyak kan tentang tapis. Mari sama-sama belajar, meski saya bukan Lampung keturunan asli, masih punya 3 setelan tapis asli yang berupa kain bawahan dan selendangnya, warisan dari almarhumah mama. Kalo kain asli, biasanya berat. Dan sekarang banyak modifikasi kain modern dengan aroma tapis dan gampang dikenakan.

Tertarik dengan tapis? Selamat mencari kain tapis... :))






Komentar

  1. Ooohhh, cakep banget ya kain Tapis. Jadi tahu deh kekayaan Lampung ini. Keren! Macam songket tapi beda yaa. Warnanya juga cantik-cantik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kain tapis memang ciri khas Lampung, seperti songket khas Minangkabau atau seperti ulos khas Batak :))

      Hapus
  2. Saya menjadi bangga tinggal di daerah Lampung, karena Tapis Lampung sekarang sudah dipertunjukan di seluruh mata dunia :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo

Sebenarnya gak antusias waktu tahu serial ini tayang. Pertama, setting cerita yang ala-ala kerajaan gitu biasanya bertele-tele. Kedua, pemain perempuannya banyak yang bilang nggak suka. Tapi semakin ke sini, makin banyak yang bilang suka drama ini dari segi cerita.

REVIEW The Saem: Iceland Hydrating Soothing Gel

Sebenarnya aku udah cocok ama The Faceshop Jeju Aloe 99% yang udah aku pake selama dua bulan kemarin, tapi pas liat The Saem: Iceland Hydrating Soothing Gel kok tertarik, apalagi warna dan bentuk botolnya yang biru unyu. Meski harganya mahal dikit dibandingkan aloe vera, akhirnya nyobain gel jenis ini x)) #LemahKaloLiatSegalaSesuatuYangBiru

REVIEW MAKE OVER

Setelah tahun lalu aku nyoba WARDAH dan hanya cocok beberapa produknya, setelahnya aku nyoba MAKE OVER yang memang masih 'saudaraan' ama Wardah ini, aku ngerasa lebih cocok Make Over. Apa aja? Yuk simak... ;)