Langsung ke konten utama

REVIEW Drinking Solo


Setelah menonton Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo, rencananya mau nonton K2. Tapi berhubung belum punya filenya, aku nonton Drinking Solo ini. Aku nggak tau ada drama ini, atas rekomendasi murid yang bilang kalo ini lucu gitu :))

Dan memang, meski ceritanya sederhana tapi banyak scene yang bikin kita senyam-senyum sendiri pas nontonya. Meski nggak ada peran antagonis, tapi setiap tokoh memiliki masalah yang harus mereka selesaikan.

Jadi, Drinking Solo ini cukup unik. Menceritakan kehidupan pendidikan, baik dari segi murid maupun profesor. 


Ternyata nggak hanya di Indonesia, menjadi PNS juga menjadi pilihan banyak orang. Meski banyak sekali orang yang mencibir status PNS, nyatanya tiap tahun setiap bukaan PNS, pendaftarnya selalu membludak. Tanya kenapa?!? x))

Untuk di Indonesia ada beberapa tempat semacam les-lesan sebagai persiapan untuk menghadapi tes CPNS. Pengalaman pribadi, aku tiga kali ikut tes ini. Dua kali tes di pusat, dan sekali di daerah langsung jebol. Banyak anggapan miring kalo semua yang lulus CPNSD biasanya pake duit, kalo aku sih bisa tembus mungkin karena nggak ada saingan. Wong formasi pustakawan ada 10, yang daftar cuma 13, keterlaluan banget kan kalo sampe nggak lulus, wkwkwk... x)) 

Di Korea, lewat drama ini aku baru tahu kalo ternyata PNS juga menjadi pilihan banyak orang. Ada satu daerah di sana yang khusus diperuntukkan untuk para peserta yang ingin mempersiapkan diri dalam tes PNS, ada asrama dan akademia dengan beberapa pilihan tutor.

Ternyata untuk belajar pun ada tingkatannya, semakin mahal berarti akan semakin beda perlakuannya. Semakin mahal kelasnya, berarti akan semakin level tinggi pula tutornya.


Setiap akademia berlomba-lomba untuk menggaet tutor level 1. Hal itu nantinya diharapkan akan merekrut banyak murid di tiap kelasnya. Adalah Jin Jung-Suk yang diperankan oleh Ha Seok-Jin (duh, mukanya mengingatkan akan dedek gemess). Sebagai tutor level 1, bayaranya amat mahal cyn; 10 milyar won per tiga tahun. Gile gak tuh. Nah, untuk menutupi anggaran yang mahal ini, akademia ini memperkerjakan tutor level bawah dari pinggiran kota, lulusan bukan universitas ternama, dan udah tiga bulan nggak digaji dari akamedia sebelumnya, yaitu Park Ha-Na yang diperankan oleh Park Ha-Sun.

Kebayang kan perbedaan perlakukan akademia terhadap para tutornya ini. Jika Jin Jung-Suk mendapat segala fasilitias VIP karena tiap kelasnya berisi hampir seribu murid, akan berbeda sekali dengan Park Ha-Na yang ruang kerjanya berbagi dengan para seniornya; Hwang Jin-Yi dan Min Jin-Woong. Yang satu drama queen level akut, yang satunya lagi rada gelo karena tiap hari ganti kostum ala-ala cosply gitu x))

  

Sesuai judulnya, kita akan menemukan banyak sekali scene minum-minum gitu. Ada yang rame-rame, ada juga yang sendirian. Seperti para tutor ini yang sering minum bareng setelah pulang kerja, melepas penat setelah seharian bekerja:

  


Namun berbeda halnya yang dilakukan oleh Jin Jung-Suk. Meski dia ini tampan dan mapan, juga cerdas karena setiap murid yang mengikuti kelasnya rata-rata lulus, kepribadiannya sungguh menyebalkan; sombong dan egois. Dia juga nggak suka makan bareng atau kumpul-kumpul dengan yang lainnya. Dia hobi banget sendirian setelah kerja, minum bir dengan kadar tertentu dengan diselingi makanan mewah ini semacam me time bagi dirinya.

Jin Jung-Suk ini arogannya ampun-ampunnan, rasanya pengen nendang cowok kayak gini ke Timbuktu. Tapi yang namanya cowok-cowok kulkas gini memang biasanya justru malah jadi idaman x))
  
  

 Pokoknya kalo scene Jin Jung-Suk lagi me time, nggak dianjurkan nonton malem, dijamin bikin perut kriuk-kriuk x)) Ngiler banget, apalagi kalo udah makan udang kayak giniiiii...


Sebenarnya setiap tokoh dalam drama ini, paling senang minum sendiri. Karena dengan sendirian, nggak ada beban yang menggelayuti mereka. Sementara Jin Jung-Suk selalu makan di restoran-restoran mewah papan atas, me time yang dilakukan Park Ha-Na hanyalah minum sekaleng bir dengan camilan di kamar kosnya, sambil memandang instagram Jin Jung-Suk seolah-olah apa yang dimakannya sama seperti apa yang dimakan Jin Jung-Suk x)) #PukPuk

 


Selain dari sisi para tutor, juga dari sisi para murid; Jin Gong-Myung yang baru saja selesai wajib militer sudah disuruh ibunya untuk mengikuti tes PNS, Kim Ki-Bum yang sudah tiga tahun nyoba tapi nggak lulus-lulus tapi santai dan malah sibuk menghabiskan uang kiriman dari ibunya dan satu lagi ada Kim Dong-Young yang rela putus dengan pacarnya dan bertekad akan giat belajar agar lulus PNS untuk kali ini.


Tiga tokoh murid ini semacam representasi kehidupan para pengangguran yang pelik dalam menghadapi hidup. Ada yang susah sampai nggak pernah beli baju, ada yang bingung apa tujuan hidupnya ada juga yang nggak mikir berapa banyak uang yang dikeluarkan orangtuanya dan malah sibuk beli ini-itu yang sebenarnya nggak penting. Tiga tokoh ini sama-sama kuat karakternya, saling melengkapi satu sama lain. Meski sering berantem, tapi persahabatan mereka ini keliatan banget tulus. Ketika yang satu kesusahan, yang satu menolong. Yang satu patah hati, yang lainnya menyemangati.
  

Kim Ki-Bum yang diperankan oleh Key ini dapet banget. Kalo istilah orang Jawa, ni cowok kenyih banget. Semacam sering ikut campur urusan orang lain. Tapi dibalik sifatnya itu, sesungguhnya dia tipikal teman yang setia kawan banget x))
  
 

Diantara sekian tokoh yang ada, sebenarnya paling suka ama Gong Myung. Sifatnya paling tulus, karena sering membantu, seringkali yang dibantu salah kaprah gitu x))

Scene paling epik bagian Gong Myung:

Beberapa scene paling epik antara Jin Jung-Suk dan Park Ha-Na:

Ini scene paling epik antara Park Ha-Na dan Hwang Jin-Yi ketika mereka sama-sama patah hati:

Drinking Solo menjadi tontonan menghibur. Meski tokohnya sedikit, tapi setiap tokoh merepresentasikan kehidupan sesungguhnya. Bahwa setiap orang memiliki masalah, ada yang orang lain ketahui, tapi masing-masing punya masalah yang disimpan sendiri. Lewat drama ini kita bisa melihat bahwa setiap orang ingin memiliki waktu sendiri, untuk sejenak melupakan kepenatan hidup dan keluh kesah yang nggak perlu orang lain ketahui.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo

Sebenarnya gak antusias waktu tahu serial ini tayang. Pertama, setting cerita yang ala-ala kerajaan gitu biasanya bertele-tele. Kedua, pemain perempuannya banyak yang bilang nggak suka. Tapi semakin ke sini, makin banyak yang bilang suka drama ini dari segi cerita.

FILM Library Wars

1. The Library is free to collect materials. 2. The library is free to circulate materials 3. The Library guarantess the privacy of its patrons 4. The library can oppose improrer cencorship

REVIEW The Saem: Iceland Hydrating Soothing Gel

Sebenarnya aku udah cocok ama The Faceshop Jeju Aloe 99% yang udah aku pake selama dua bulan kemarin, tapi pas liat The Saem: Iceland Hydrating Soothing Gel kok tertarik, apalagi warna dan bentuk botolnya yang biru unyu. Meski harganya mahal dikit dibandingkan aloe vera, akhirnya nyobain gel jenis ini x)) #LemahKaloLiatSegalaSesuatuYangBiru