Langsung ke konten utama

REVIEW Chicago Typewriter


Biasanya kalo nonton drama menjelang tamat, biar nanti nontonnya gak penasaran nunggu episode selanjutnya. Tapi nggak bisa buat drama ini. Kenapa? Soalnya langsung kepincut ama jalan ceritanya; tokoh utama adalah penulis bestseller dan pembaca fanatik. Bisa dipastikan jika drama ini bakal beraroma buku-buku. Jadilah nekat nonton ongoing :D



Adalah Han See Jo yang diperankan oleh Yoo Ah In merupakan seorang penulis best seller. Lewat kesehariannya, kita bisa merasakan sisi kehidupan penulis dengan ritme hidup yang teratur; menjaga pola tidur, makan yang sehat (tapi dia masih belum bisa menggantikan cake stroberi kesukaannya, menghindari merokok (digantikan semacam batang kayu manis yang sekilas mirip cerutu).


Ternyata menjadi penulis yang produktif tidaklah mudah. Setelah satu buku keluar, tentu akan dikejar dengan deadline buku lainnya. Belum lagi harus menghadapi serangkaian acara semacam meet & great, bedah buku, konferensi pers dan sebagainya.


Jadi penulis best seller harus siap kapan saja saat ada penggemar ingin meminta tanda tangan, meski saat sedang di luar pekerjaan:
 
Ditambah menghadapi berbagai tipe penggemar. Tak jarang penggemar bukan saja membuat senang, tapi juga susah. Bahkan diceritakan di awal episode jika ada penggemar yang terinspirasi dengan apa yang ditulisnya dan berniat menghancurkan hidupnya. Serem juga ya jadi penulis... x))


Adalah Jeon Seol yang diperankan Im Soo Jung merupakan pekerja serabutan semacam jual jasa untuk segala suasana. Sebenarnya dia adalah lulusan dari jurusan kedoteran hewan, apalah daya karena nasib baik belum menghampirinya, dia terpaksa menjalani hidup dengan pekerjaan yang ada demi menyambung hidup.
 
 
Apalagi selama ini dia hidupnya nebeng di rumah sahabatnya, Ma Bang-Jin sejak ayahnya meninggal dunia dan ibunya meninggalkan dia entah kemana.

Jeon Seol ini tipikal pembaca fanatik. Dia akan membeli satu judul buku lebih dari satu eksemplar. Satu untuk dibaca dan satu untuk disimpan. Sepuluh tahun dia begitu mengagumi Han See Jo sebagai penulis. Semua buku yang ditulis Han See Jo, sudah dikoleksinya. Bahkan dia tahu kehidupan Han See Jo sejak remaja.

Adalah Yoon Jin-O yang diperankan oleh Ko Gyung-Pyo merupakan ghost writer bagi Han See Jo. Ko Gyung-Pyo ini bukan sekedar ghost writer biasa. Kenapa? Karena dia memang benar-benar ghost alias hantu x))


Mereka bertiga terikat dalam dua dimensi waktu. Di masa lalu, mereka pernah hidup bersama di tahun 1930 saat Korea di bawah kekuasaan Jepang. Lewat mesin ketik chicago, mereka dipertemukan.

Ini bukan mesin ketik biasa. Ada misi yang disampaikan mesin ketik ini untuk mereka.


Han See Jo yang awalnya pernah melihat mesin ketik ini, sangat terkejut saat Jeon Seol membawakan paket untuknya. Dari sinilah hubungan mereka berlanjut.

Rumahnya Han See Jo, bookshelf goals banget:

Pas jadi iklan model semacam kampanye minat membaca gitu:

Gak mau kalah, ruang kerjanya Baek Tae-Min pun bookshelf goals banget:

Kalo ini kamar Baek Tae-Min di rumah orangtuanya. Banyak juga buku-bukunya:

 Kamarnya Jeon Seol meski harus barengan Ma Bang-Jin juga banyak buku:

Begitu juga dengan rumahnya penulis Baek Do-Ha juga bookshelf goals:

Tanpa disadari, kafe yang muncul di drama ini pun beraroma buku. Lihat deh langitnya:
Para pemainnya juga sering banget pada pegang buku:

Kalo Goblin punya Malaikat Maut vs Paman Goblin, drama ini punya penulis vs ghost writer yang awalnya gak pernah akur:

Tiga tokoh utama di masa lalu:

Beberapa scene epik antara Han See Jo dan Jeon Seol: 
 

Yoon Jin-O, ghost writer alias hantu yang terlalu unyu x))
 

Ketika penulis terkena sindrom writers block, memaksakan depan layar laptop tentu akan menyiksa diri. Berkebun bisa menjadi jalan alternatif, bikin fresh:

Kompak banget ama sahabat, baik suka maupun duka:

Hati-hati yang bermuka manis:

Meski katanya ratingnya turun, suka banget ama drama ini. Tiap episode selalu ada sisi yang terkuak. Buat pecinta buku dan dunia kepenulisan, wajib banget lah nonton ini! ;)

Komentar

  1. Gilaaa aku salfok ama rak bukunyaaa... Pengen banget rumah bisa dikelilingi buku2 gituuu :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget, sampe tercengang pas liat rumah tokoh utamanya, rasanya mau pengen bawa karung :D

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo

Sebenarnya gak antusias waktu tahu serial ini tayang. Pertama, setting cerita yang ala-ala kerajaan gitu biasanya bertele-tele. Kedua, pemain perempuannya banyak yang bilang nggak suka. Tapi semakin ke sini, makin banyak yang bilang suka drama ini dari segi cerita.

REVIEW The Saem: Iceland Hydrating Soothing Gel

Sebenarnya aku udah cocok ama The Faceshop Jeju Aloe 99% yang udah aku pake selama dua bulan kemarin, tapi pas liat The Saem: Iceland Hydrating Soothing Gel kok tertarik, apalagi warna dan bentuk botolnya yang biru unyu. Meski harganya mahal dikit dibandingkan aloe vera, akhirnya nyobain gel jenis ini x)) #LemahKaloLiatSegalaSesuatuYangBiru

FILM Library Wars

1. The Library is free to collect materials. 2. The library is free to circulate materials 3. The Library guarantess the privacy of its patrons 4. The library can oppose improrer cencorship