Langsung ke konten utama

REVIEW I'm Not a Robot


Dari judulnya aja udah menarik banget. Tentang robot gitu. Iya, di Jepang ama Korea mulai banyak manusia yang menyendiri dan lebih memilih berteman dengan robot dibandingkan berteman dengan sesama manusia x))


Adalah Jo Ji A yang bekerja semacam kayak kurir jatip alias jasa titip gitu. Kali ini merchandise suatu produk yang hanya dijual limited edition gitu. Dia harus nongkrong di depan toko bersama pengunjung lainnya demi mendapatkan barang yang terbatas itu.

 Udah susah payah mendapatkan barang itu, ternyata penitipnya ogah membayar penuh karena merasa barangnya nggak mulus alias cacat. Mereka sempat gontok-gontokan, tapi berakhir Jo Ji A yang kalah. Meski demikian, dia berjanji pada dirinya sendiri untuk menemukan sang pembeli yang nggak tahu terima kasih itu.

 Sial pangkat dua, udah apes nggak dibayar. Eh, nyampe rumah dimarahin kakaknya karena nggak bisa mengembalikan uang pinjaman yang ia pakai untuk membeli barang itu. #pukpuk

  Di saat jobless, dia bertemu sang mantan yang merupakan profesor jenius, menawarkan pekerjaan paruh waktu padanya dengan imbalan yang lumayan fantastis.

Kanget banget dia ternyata ada robot buatan profesor yang sangat menyerupainya saat masih berambut panjang:

 

Dia pikir tugasnya yang sementara sebagai robot yang sedang diperbaiki itu gampang, ternyata nggak segampang yang diduga.

 Awkward moment saat Jo Ji A yang menyamar jadi robot saat kali pertama bertemu tuannya yang ternyata pembeli yang tempo hari merepotkannya itu.
 

Sementara Kim Min Kyu yang sudah kadung jatuh hati ama si robot Aji 3 bersikukuh untuk memilikinya:


Meski begitu, dia masih meragukan kemampuan Aji 3. Dan mengetesnya dengan hal-hal yang konyol x))


Semenjak bersama Aji 3, dia yang selama belasan tahun hidup sendirian, merasa terbantu. Bukan hanya itu, dia benar-benar jatuh hati pada si robot dan sangat berharap si robot Aji 3 adalah benar-benar manusia.


Ceilah...kencan di perpustakaan:
 
  

Si robot pinter banget, nata buku ampe berbentuk love gini x))


 Saking kelamaan jomblo, bahagia banget dapet telpon dari robot x))

Dasar koplak, boneka aja ditangisin x))


 Bukan tanpa alasan jika selama ini Kim Min Kyu hidup sendirian, dia alergi pada manusia. Saat bersentuhan dengan manusia lain, kulitnya langsung bereaksi keras, melepuh gitu, dan bisa mengakibatkan kematian. Ada semacam trauma di masa lalu. Dia nggak bisa mempercayai orang lain, siapa pun itu:


 
Awalnya hanya buat menggantikan sementara si robot yang sedang diperbaiki, tapi siapa sangka ternyata ada beberapa kendala yang mengakibatkan sang robot belum bisa digunakan. Sementara sang Tim Santa Maria masih berjuang keras memantau robot amatiran alias KW ini x))

Selama ini Jo Ji A memiliki banyak ide untuk membuat barang-barang menarik dan bermanfaat bagi orang lain. Hanya saja kelemahannya adalah dia hanya bisa sebatas ide, nggak memiliki kemampuan untuk membuatnya langsung. Salah satunya adalah lampu hati ini.


 Sayangnya sang kakak yang selama ini menjadi pengganti orangtua mereka yang udah tiada, malah menganggap hal-hal yang dilakukan Jo Ji A selama ini sia-sia. Padahal sukses itu butuh proses, begitu juga dengan Jo Ji A ini:

Kakaknya ini sebenarnya baik, cuma dia nggak mau lihat Jo Ji A menghabiskan banyak waktu sementara dia sudah dewasa. Untung kakak ipar dan ponakannya sayang banget ama dia:

  Bagi Kim Min Kyu, cinta pertama dan terakhirnya adalah Ye Ri El. Tapi dia tahu diri karena nggak bisa bersentuhan dengan manusia:


Perlahan Kim Min Kyu benar-benar jatuh hati pada robot Aji 3. Sementara Jo Ji A makin merasa bersalah.

 Sang profesor, pencipta Aji 3 pun juga nggak rela jika robot ini sepenuhnya menjadi milik Kim Min Kyu meski awalnya dia menjualnya karena membutuhkan dana untuk penelitiannya.

 Saking nggak pernahnya berkomunikasi dengan orang lain, sampe menyebut orang lain bukan nama, sungguh nggak sopan dan sangat menyinggung para peneliti ini x))



Kalo nonton dramanya, bakal keselek pas tahu Kim Min Kyu ini lagi kursus apa coba x))


Lokasinya pas dingin-dingin melulu kayaknya:
 

Ya ampuuunnn..scene ini receh banget x))


Polos banget ponakannya Jo Ji A ini pas tahu kalo Kim Min Kyu ini memiliki alergi seperti dirinya meski ternyata alergi yang dialami Kim Min Kyu lebih berat dibandingkan alergi yang dimilikinya. Epiknya lagi, sempat-sempatnya dia promosi bibinya yang lajang pada paman ganteng yang baru ditemuiinya itu x))


 Awkward moment, pas ketemu di kereta:

 Beratnya sebuah hubungan ketika nggak hanya masalah hati antar perempuan dan laki-laki, tapi juga keluarga:

 Susahnya ketika jadi anak orang kaya, segalanya sudah diatur, termasuk urusan pendamping hidup:

Termasuk drama receh ini, nggak ada konflik yang berat. Sebenarnya fokus pada psikologi Kim Min Kyu yang mengalami trauma berat saat kecil dan sangat berimbas pada pribadinya saat dewasa juga bagaimana meraih impian meski harus terseok-seok seperti yang dialami Jo Ji A. Wajib ditonton! ;)

Komentar

  1. wahh nampanya ini film yang menarik, ide ceritanya antimainstream ya, yg biasanya korea bahas sebuah profesi, ini ke robot.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya menarik, ada selipan membahas fenomena manusia lebih cenderung menyukai robot daripada manusia :D

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo

Sebenarnya gak antusias waktu tahu serial ini tayang. Pertama, setting cerita yang ala-ala kerajaan gitu biasanya bertele-tele. Kedua, pemain perempuannya banyak yang bilang nggak suka. Tapi semakin ke sini, makin banyak yang bilang suka drama ini dari segi cerita.

REVIEW The Saem: Iceland Hydrating Soothing Gel

Sebenarnya aku udah cocok ama The Faceshop Jeju Aloe 99% yang udah aku pake selama dua bulan kemarin, tapi pas liat The Saem: Iceland Hydrating Soothing Gel kok tertarik, apalagi warna dan bentuk botolnya yang biru unyu. Meski harganya mahal dikit dibandingkan aloe vera, akhirnya nyobain gel jenis ini x)) #LemahKaloLiatSegalaSesuatuYangBiru

FILM Library Wars

1. The Library is free to collect materials. 2. The library is free to circulate materials 3. The Library guarantess the privacy of its patrons 4. The library can oppose improrer cencorship