Langsung ke konten utama

Kedai Kuno Kini



Jadi, minggu lalu aku menemani teman untuk mengambil pasport. Ternyata meski antriannya lumayan panjang, tapi di luar ekspetasi kita. Selesai di luar perkiraan kita. Awalnya mengira bakal sampai siang banget, ternyata sebelum duhur sudah selesai. Mumpung ke Bandar Lampung, sekalian wisata kuliner ke tempat yang belum pernah dicoba. Pas scroll IG kuliner lampung, akhirnya nemu IG @kedai.kunokini yang ternyata memang baru banget buka beberapa bulan ini. 

Kedai Kuno Kini ini letaknya gampang dicari. Tepatnya di Jalan Way Umpu No. 28 Pahoman, Bandar Lampung. Gampangnya adalah dekat dengan klinik dr. Irene/dr. Irwan, khusus tempat radiologi yang lumayan terkenal.

Waktu kita ke sana kayaknya jadi pengunjung pertama untuk hari itu, soalnya memang belum jam makan siang juga sih. Jadi kita bisa leluasa memilih tempat, kita milih yang bagian teras. Biar bisa menghirup udara segar di luar yang cukup asri, ada pohon seri yang cukup besar di depan. Ini mah kalau dikampung aku, buahnya udah abis digondolin anak-anak tetangga x))


Lucu juga ya, di setiap meja, pot bunganya bukan dari tanah atau pasir, tapi biji kopi, bikin segar. Boleh juga idenya ini, kapan-kapan mau naro biji kopi di pot terus di taro di pojok perpus buat mengurangi bau murid-murid unyu kalo menjelang siang yang kadang aromanya campur-campur banget x))

Di ruang tengah, ada macam-macam jajanan tradisional. Sebagai tim onde-onde garis keras, ya pasti aku nyobain onde-onde, plus nyobain kue apem yang warna pink ini:

Kalau cek instagramnya, ternyata memang banyak jajanan tradisional yang disediakan. Seperti di bawah ini:


Untuk menu, menggiurkan banget. Ini postingan IG kuliner lampung. Menu rumahan kayak gini yang biasanya dicari:

Pas ke sana, aku nanya ama mas-masnya, menu apa yang best seller, terus dia ngerekomendasiin nasi goreng cumi. Aku pikir nasi goreng biasa trus ada topping cuminya, ternyata nasinya hitam dilumuri tinta dari cumi. Sebenarnya aku pernah makan nasi goreng yang ada tinta cumi kayak gini pas di salah satu hotel di Malang, tapi biasa karena mungkin masaknya skala besar jadi bumbunya nggak begitu berasa. Nah, kalo ini sesuai ama lidahku, apalagi masih panas :D



Next, mau nyoba menu lainnya ;)

Komentar

  1. Gleg nahan laper
    Tempat makan dgn menu rumahan gini or menu masakan Indonesia lbh cocok dgn selera lidahku hehe. Btw itu yg ungu apa ya mbak? Menul2 cakep. Aku ga hafal Way Umpu tu sblah mana wkwkwk. Tp klo sputaran pahoman si msh gampang dicari. Makasi infonya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Masakan rumah memang lebih menggiurkan, ini setipe kayak Encim Gendut, ala-ala masakan rumah gitu ;)

      Hapus
  2. Nah, ini menu masakan rumah.. kayanya patut di rekomendasikan untuk acara keluarga

    BalasHapus
  3. waaah kayaknya enak-enak ya kak, apalagi nasgor tinta cuminya ngileeer.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo

Sebenarnya gak antusias waktu tahu serial ini tayang. Pertama, setting cerita yang ala-ala kerajaan gitu biasanya bertele-tele. Kedua, pemain perempuannya banyak yang bilang nggak suka. Tapi semakin ke sini, makin banyak yang bilang suka drama ini dari segi cerita.

REVIEW The Saem: Iceland Hydrating Soothing Gel

Sebenarnya aku udah cocok ama The Faceshop Jeju Aloe 99% yang udah aku pake selama dua bulan kemarin, tapi pas liat The Saem: Iceland Hydrating Soothing Gel kok tertarik, apalagi warna dan bentuk botolnya yang biru unyu. Meski harganya mahal dikit dibandingkan aloe vera, akhirnya nyobain gel jenis ini x)) #LemahKaloLiatSegalaSesuatuYangBiru

FILM Library Wars

1. The Library is free to collect materials. 2. The library is free to circulate materials 3. The Library guarantess the privacy of its patrons 4. The library can oppose improrer cencorship